Dirut Pertamina Terpilih jadi Bos Migas Wanita Paling Berpengaruh

Karen Agustiawan (Antara/Yudhi Mahatma)

Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan, terpilih sebagai eksekutif wanita paling berpengaruh di industri minyak bumi dan gas (Migas) di dunia. Dalam daftar 15 Most Influential Female Executives in the Oil and Gas Industry tersebut, lembaga training dan event, Terrapinn yang berbasis di London, Karen berada di posisi teratas diantara 15 eksekutif wanita lainnya.

Untuk diketahui, Terrapinn merupakan lembaga penyelenggara Kongres Perusahaan Minyak Nasional Dunia (The World National Oil Company Congress).

“Pengakuan ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina dan juga Indonesia yang diharapkan menjadi pelecut semangat untuk terus berkarya lebih baik,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, dalam laporan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (9/4/2013).

Terappin menyatakan eksekutif wanita yang masuk dalam daftar tersebut merupakan pemimpin dari institusi Migas yang memiliki pengaruh kuat dalam industri Migas. Tak hanya itu, para wanita yang terpilih dianggap layak menjadi panutan bagi kalangan perempuan di seluruh dunia.

Menurutnya, industri migas yang selama ini dikenal dengan industri yang sangat maskulin kini mulai menunjukkan dinamikanya dengan semakin banyak bermunculan eksekutif-eksekutif dari kalangan perempuan, salah satunya Dirut Pertamina Karen Agustiawan.

Sebagai informasi, Karen memulai kariernya sebagai profesional Migas di Mobil Oil Indonesia (1984-1988), Mobil Oil di Dallas, Amerika Serikat (1989-1992), sebelum kembali ke Mobil Oil Indonesia. Lulusan Teknik Fisika ITB ini sempat berkarier di Landmark Concurrent Solusi Indonesia sebagai Business Development Manager (1998-2002), dan Halliburton Indonesia sebagai Commercial Manager for Consulting and Project Management (2002-2006).

Berkarier di Pertamina sebagai Staf Ahli Direktur Utama untuk Bisnis Hulu (2006-2008), Karen kemudian dipercaya menjabat sebagai Direktur Hulu sejak 5 Maret 2008 hingga ditunjuk pemegang saham sebagai Direktur Utama pada 5 Februari 2009 hingga saat ini. (Pew/Shd)