Mahasiswa ITS Memanfaatkan Magnet untuk Menghasilkan Listrik

KARYA MAHASISWA: Tim PKM KC ITN Malang sedang memeragakan cara kerja alat ciptaan mereka
Dapat Dana Dikti Rp 12 Juta, Kerjakan Dalam Waktu 4 Bulan
MALANG- Inovasi mahasiswa ITN Malang sukses memanfaatkan magnet sebagai sumber energi alternatif. Pemanfaatan magnet ternyata mampu menghasilkan listrik tanpa bahan bakar dan ramah lingkungan. Tim mahasiswa yang terdiri dari Zainal Dudik, Buyung Adi Putranto, M Khairi, dan Candra Irawan bahkan sukses mendapatkan pendanaan Ditjen Dikti dalam program kreativitas mahasiswa (PKM) karya cipta (KC).
”Kami mendapatkan pendanaan Rp 12 juta dari Dikti untuk program PKM,” ungkap Zainal Dudik, Ketua Tim PKM KC.
Dana yang dikucurkan untuk proposal berjudul Rekayasa Pemanfaatan Magnet Sebagai Sumber Energi Alternatif Tanpa Bahan Bakar Ramah Lingkungan ini terhitung cukup besar, mengingat pagu maksimal yang disiapkan Dikti adalah Rp 12,5 juta. Alat yang ditemukan mahasiswa di bawah bimbingan Ir M Abdl Hamid MT ini memang istimewa. Hanya memanfaatkan magnet saja, sudah bisa menghasilkan energi listrik.
Dengan memanfaatkan gaya tolak menolak magnet, mahasiswa Teknik Elektro mampu menghasilkan putaran konstan pada turbin, dan nantinya dapat dikopel dengan generator sehingga mampu menghasilkan energi listrik. Cara pengoperasian alat tersebut, magnet permanen yang digunakan sebagai sumber penggerak generator dipasang pada sisi turbin utama dan pada sisi turbin penggerak. Energi tolak menolak magnet pada kedua sisi yang muncul, akan menghasilkan energi mekanik (putaran). Pada alat juga dipasang Coil yang berfungsi sebagai pembangkit energi listrik yang digunakan untuk mecharger battery untuk menyimpan energi. Nah, listrik yang dihasilkan coil dipakai untuk menggerakkan motor listrik, yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin penggerak. Generator yang pergerakannya dikopel dengan turbin utama sehingga generator akan bekerja dan menghasilkan energi listrik. Lampu, sebagai indikator bahwa alat tersebut berhasil menghasilkan energi listrik.
Proses pengerjaan karya ini dilakukan di laboratorium Konversi Energi Elektrik Institut Teknologi Nasional Malang dengan durasi waktu lima jam kerja. Tahap pengerjaannya antara lain, pembuatan turbin magnet meliputi perancangan dan pembuatan konstruksi turbin, menentukan posisi kutub magnet dengan menggunakan kompas dan pemasangan magnet pada sisi luar turbin. Pengujian turbin dengan menggunakan satu buah magnet yang diubah-ubah posisi kutubnya.
Tahap kedua, menurut Zainal, mereka membuat turbin penggerak yang meliputi perancangan dan pembuatan konstruksi penggerak turbin, lalu menentukan posisi kutub magnet menggunakan kompas, pemasangan magnet pada penggerak turbin, pemasangan motor dc pada turbin penggerak, lalu mengujinya dengan menempatkan turbin penggerak di samping turbin magnet dan memposisikan kutub magnet pada turbin dengan magnet yang ada pada penggerak, berhadapan dengan kutub yang sama.
”Tahap ketiga, kami memasang generator, dan mengujinya pada poros turbin magnet,” tambahnya.
Lalu di tahap keempat, para mahasiswa ini memasang coil dan battery charger yang meliputi pemasangan coil pada samping turbin magnet dengan jarak tertentu sehingga dapat memotong medan magnet dari turbin, memasang penyearah (dioda ) pada output coil sehingga sumber listrik yang dihasilkan dc. Kemudian, penginputan sumber keluaran dc dari coil pada battery charger, dan menghubungkan sumber dc battery pada motor dc (turbin penggerak).
”Perancangan dan pembuatan konstruksi secara keseluruhan membutuhkan waktu 4 bulan,” pungkasnya. (oci/sir/han)

topik : Energi Gratis, Mesin Energi, Genset, Genset Non BBM, Genset Tanpa BBM, Pembangkit Listrik, Pembangkit Listrik tanpa BBM

Sumber : http://www.malang-post.com/edupolitan/70038-mahasiswa-itn-manfaatkan-magnet-untuk-menghasilkan-listrik