Mantan Dosen Ciptakan Bahan Bakar Alternatif Dari Air

BANYUMAS, suaramerdeka.com – Di tengah berita panas terkait wacana kenaikan harga dan pembatasan bahan bakar minyak (BBM), seorang mantan dosen di Banyumas menciptakan teknologi penghematan BBM yang terbuat dari bahan baku air.
Nama Babeng di dunia otomotif sudah tidak asing lagi. Mantan dosen sekaligus pembalap ini menciptakan sebuah teknologi sederhana penghemat BBM. Hanya dengan menggunakan lapisan plat stainless dan bahan baku air.

Babeng yang ditemui Rabu (3/9), gas hidrogen dihasilkan dari air yang dialiri listrik kemudian dimasukkan ke ruang pembakaran mesin sehingga meningkatkan kadar oktan dan menyempurnakan pembakaran.
Untuk membuktikannya, Babeng pun memberikan contoh. Dia menyusun 9 lembar plat dengan menyisakan ruang di antara tumpukan plat untuk aliran air. Masing-masing lembar plat diberi lubang agar antara rongga satu dan yang lain terhubung.
Dengan menggunakan tenaga listrik yang dihasilkan kendaraan, plat yang sudah disusun tersebut dialiri listrik. Selanjutnya, air dialirkan melalui sekat plat yang telah tersusun tadi. Hasilnya, akan keluar gas hidrogen. Gas ini yang kemudian dialirkan ke ruang pembakaran pada mesin motor untuk menyempurnakan proses pembakaran.
Apabila (bensin) premium memiliki nilai oktan 82, Pertamax 92, sedangkan untuk Hidrogen memiliki nilai oktan mencapai 130. Tingginya nilai oktan pada gas hidrogen membuat pembakaran mesin sempurna. Selain gas buang menjadi bersih tanpa polusi, bisa menghemat BBM juga.
Penghematan ini, katanya, karena tenaga yang dihasilkan dari pembakaran yang sempurna sangat efektif. Diakuinya, ia telah menguji coba temuannya itu pada sepeda motor yang dia gunakan. Hasilnya, tenaga motor lebih kuat, gas buang bersih tanpa karbondioksida, dan bensin lebih irit 25 persen.
Untuk menguji gas hidrogen yang dihasilkan dari proses yang telah terpasang, Babeng menampung gas hidrogen di dalam kantong plastik. Saat dibara, gas hidrogen yang ada langsung meledak.
Babeng mengaku, dia tidak akan mengurus hak cipta untuk temuannya tersebut. Bahkan, dia juga tidak akan memproduksinya secara massal.
Malah, ia akan memasang teknologi ini pada motor buatan Amerika miliknya. Motor ini akan dibawa olehnya untuk tur keliling dunia dan mengunjungi 16 negara.
Siswo Winoto, pemilik satu bengkel modifikasi, mengatakan bahwa teknologi rakitan Babeng dapat menunjang kinerja motor. Bengkel miliknya merupakan satu di antara 10 bengkel modifikasi yang dipilih pabrikan Amerika untuk melakukan inovasi teknologi dan modifikasi.
Sayangnya, menurut Babeng dan Siswo, temuan itu lebih cocok untuk mesin pabrikan Amerika. Kemungkinan besar Babeng akan menjual temuan itu ke pabrik motor di Amerika.
Apalagi, Babeng menilai, Indonesia belum memberi perhatian lebih pada inovasi teknologi dan industri kreatif.

topik : Energi Gratis, Mesin Energi, Genset, Genset Non BBM, Genset Tanpa BBM, Pembangkit Listrik, Pembangkit Listrik tanpa BBM