Menikmati Kemajuan Teknologi

Oleh Nurul Maghfiroh

KEMAJUAN teknologi saat ini memberikan kontribusi besar di berbagai bidang. Pengadopsian teknologi digital pada beberapa perangkat serta kemeluasan pemanfaatan jaringan internet membuat lompatan besar dalam hidup manusia. Hampir semua hal dapat dilakukan lebih mudah, praktis, dan efisien dengan teknologi mutakhir.

Di dunia fotografi, misalnya, kini makin banyak kalangan dapat memiliki kamera digital. Selain karena relatif murah, kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan perangkat itu berhasil menarik orang awam dalam dunia fotografi untuk membuat hasil jepretan menarik dan bernilai berita.

Kecangihan kamera digital pun dengan cermat memotret kejadian secara cepat, akurat, dan detail. Misalnya, momen menarik pada pertandingan sepak bola, balapan motor GP, dan berbagai aktivitas lain yang bergerak cepat. Seorang fotografer senior dan yunior terbantu oleh teknologi kamera digital yang memungkinkan pengguna dapat memotret dari jarak ratusan meter, bahkan satu kilometer.

Belum lagi desain yang menarik serta fitur user friendly yang melengkapi — seperti perangkat lunak pengolah gambar dan pendeteksi wajah — memungkinkan setiap orang mampu menghasilkan gambar mengesankan.
Fotografer pun mudah mengedit hasil gambar dalam beberapa detik dengan bantuan peranti lunak di komputer. Dengan bantuan itu, penataan cahaya, koreksi gambar, dan lain sebagainya dapat dilakukan dengan mudah dan praktis, tanpa memakan waktu lama.
Mereproduksi Pesan Di dunia perbankan, setiap orang kini dapat melakukan beberapa transaksi dengan telepon seluler. Sebut saja transfer uang, pembayaran tagihan (rekening listrik, air, dan pulsa), mengecek saldo, membeli tiket pesawat terbang, dan seterusnya. Semua dapat dilakukan dari mana pun dan kapan pun, selama telepon seluler itu berada dalam jangkauan base transceiver station (BTS).

Dengan segala kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan perangkat digital, sepatutnya dunia berterima kasih pada Claude E Shannon, profesor Massachusets Institute of Technology (MIT). Bapak komunikasi dan informasi digital modern itulah yang mendorong kehadiran era informasi saat ini. Saat berafiliasi pada Bell Laboratories tahun 1941-1972, dia menulis A Mathematical Theory of Communication. Dia mengamati, masalah komunikasi mendasar adalah mereproduksi (pesan) pada satu titik dan dapat diterima secara persis pada titik lain.

Itulah yang melahirkan teori bahwa sebuah pesan sebenarnya hanya membutuhkan angka 1 dan 0 untuk ditransimisikan. Gagasan revolusioner itu diadopsi insinyur komunikasi dan teknologi yang membawa ke kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang. Kini, semua jalur komunikasi diukur dalam bit per detik, termasuk untuk menyimpan gambar, suara, dan data dalam komputer.

Dalam sistem digital, bilangan nol digunakan untuk mewakili kondisi off/nonaktif, sedangkan bilangan 1 digunakan untuk mewakili kondisi on/aktif (Kompas, 8 Oktober 2009).
Mengubah Pola Revolusi industri menstransformasikan masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Mengubah tenaga manusia dengan tenaga mesin, sistem pengolahan hasil pertanian dengan teknologi maju, dan penemuan-penemuan genuin lain di bidang pertanian. Meski revolusi industri tak menutup kemungkinan banyak hal negatif pascarevolusi industri. Misalnya, makin banyak orang menjadi penganggur karena tenaga mereka sudah diganti serta kemerebakan berbagai penyakit atau hama pertanian.

Era informasi juga mengubah pola aktivitas manusia. Manusia sudah tidak perlu lagi banyak keluar rumah, karena segala sesuatu dapat dilakukan di dalam rumah. Masyarakat cenderung berpikir praktis dan pragmatis.

Lebih dari itu, perangkat multifungsi yang mampu mengakomodasi berbagai keperluan memungkinkan setiap pengguna melakukan banyak hal dengan lebih praktis dan efisien.

Sebut saja telepon seluler. Dulu, peranti itu semata-mata untuk bertelepon dan berkirim pesan singkat (SMS). Kini, telepon seluler dituntut untuk menjalankan fungsi lain seperti memutar musik, menjalankan fungsi radio dan televisi, memotret, dan mengakses internet (email, browsing, chatting, download, layanan perbankan, dan biro perjalanan) dan berinteraksi di situs jejaring sosial.

Berbagai kemudahan berkat kemajuan teknologi sudah saatnya dimanfaatkan sebaik-baiknya dan tidak digunakan untuk melakukan kejahatan atau tindak melawan hukum lain. (51)

– Nurul Maghfiroh, alumnus Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/07/26/118118/18/Menikmati-Kemajuan-Teknologi – 26 Juli 2010