Ubahlah Ketakutan Itu Menjadi Keberanian

Pembaca WK, bulan terus bergulir, hari marapat tidak terasa. Mungkin anda sedang sibuk berbenah mau mudik atau menyambut lebaran tiba. Tetapkan WK ada disekitar anda menjadi bacaan dihari-hari yang menyenangkan.

Di sela-sela mempersiapkan berbagai acara workshop kewirausahaan ke luar kota, menemui pembaca WK diberbagai kota, atau deadline menyelesaikan majalah ini, kami menemukan kata kunci paling hakiki dalam memulai usaha. BERANI.

Keberanian itu pulalah yang terus kami bangun kepada komunitas pembaca majalah ini. Kepada mahasiswa, ibu rumah tangga, para pemuda, para pensiunan, hingga yang tua renta sekalipun. Tidak sedikit pembaca kami yang masih menjadi karyawan menjadikan majalah WK sebagai referensi atau apalah namanya. Kami memang sengaja menjadikan WK sebagai media yang berbeda. Beda dengan yang lain maksudnya. Bukan hanya sekedar dibaca, tetapi didalamnya ada muatan strum entrepreneurship yang sangat kuat. Dari hari ke hari setrum itu kami perkuat, kami perluas, kami perdalam.

Beruntung kami didukung orang-orang berhati mulia, yang turut mendukung visi WK melahirkan pewirausaha-pewirausaha tangguh di Indonesia. Para dewan redaksi, karyawan yang loyal dan smart, relasi yang sungguh luar biasa baiknya, dan tentu saja para pemasang iklan yang jasanya luar biasa besar bagi terciptanya mesin strum kewirausahaan yang semakin besar, yang sedang kami perankan ini.

Pertengahan Agustus lalu, sebagai pemimpin redaksi majalah WK yang mendengungkan keberanian untuk memulai usaha, saya mencoba menguji keberanian diri sendiri untuk suatu hal.  Meluncur dari ketinggian. Padahal inilah yang saya takutkan. Mengapa hal ini saya lakukan? Agar saya memahami bagaimana rasanya dipaksa dari takut menjadi berani, dari tidak bisa menjadi bisa. Untuk itu saya mengajak istri, dua anak saya (Ranggalawe dan Chandra Kirana) untuk menyaksikan ayahnya yang gemetaran meluncur dari ketinggian.  Tokh dengan tekad yang kuat, ketakutan itu bisa dipatahkan, mitos itu bisa diubah.

Pagi masih lenggang. Udara sejuk disebuah bukit di Lembang, Bandung menyeruput memasuki rongga-rongga kehidupanku. Buah strawberry segar menjadikan hari penuh warna bersama keluarga.

Sumber : http://www.majalahwk.com/artikel-artikel/entrepreneurship.html?start=30, 10 Maret 2009