Usaha Perakitan Multy Purpose Line Hauler (penarik tali)

taliIndonesia memiliki daerah laut yang lebih luas dari pada daratan, karena merupakan negara kepulauan. Sehingga banyak warganya yang berprofesi sebagai nelayan. Nelayan sangat membutuhkan tali untuk pekerjaannya, mereka menggunakan tali untuk menarik jangkar, menarik jaring, dll. Dengan demikian Alat penarik tali MPL (Multy Purpose Linehauler) yang dibahas adalah sebuah inovasi yang mengifisienkan kerja nelayan dan sangat membantu dalam penangkapan ikan. Biasanya para nelayan membutuhkan empat orang lebih untuk melakukan penangkapan ikan sekala besar dengan memakai jaring yang berukuran besar, maka dengan ditemukannya inovasi alat ini para nelayan hanya berdua mereka sudah dapat beroperasi menangkap ikan dengan memakai jala yang berukuran besar.

Siapa penemu inovasi alat ini dan keuntungan penggunaannya

Adalah bapak Yusuf Saleh seorang nelayan yang sangat kreatif penemu inovasi alat ini. Beliau telah 30 tahun berprofesi sebagai nelayan. awal mula ide perakitan alat penarik tali ini adalah beratnya penangkapan ikan dengan jaring besar yang mereka lakukan dengan menggunakan perahu/sampan berukuran kecil/sedang. Sebab mereka harus secara manual menarik tali jaring yng memiliki ukuran panjang lebih dari 400 meter dan lebar lebih dari 40 meter. Sehingga akan memakan banyak tenaga dan pekerja dan waktu. Sebenarnya alat ini sudah ada sebelumnya, akan tetapi hanya pada perahu-perahu besar yang memiliki mesin besar. Pada perahu besar alat penarik talinya menggunakan mesin utama sebagai power, karena alat penariknya berupa elektrik sehingga membutuhkan tenaga listrik yang diambil dari generator yang digerakkan oleh mesin utama. Alat yang digunakan pada perahu besar tidak mungkin dapat digunakan pada perahu nelayan yang berukuran sedang dan kecil karena akan sangat mahal biayanya. Sedangkan kebanyakan nelayan di negara kita ini adalah nelayan sedang dan kecil, bahkan di seluruh Asia, jauh lebih banyak nelayan sedang dan kecilnya dibandingkan dengan nelayan besar. Sehingga penemuan alat ini merupakan peluang yang teramat bagus untuk usaha produksi dan penjualannya secara massal.

Banyak sekali keuntungan penggunaan alat ini selain menghemat tenaga dan biaya (pengurangan biaya upah pekerja) alat ini sangat bermanfaat bagi keselamatan nelayan dan nelayan yang sudah tua pun masih bisa menangkap ikan karena tidak menguras tenaga saat menarik jangkar yang tanpa alat ini mereka tidak mungkin dapat melakukannya.

Banyak nelayan yang mengalami kecelakaan karena mengalami gangguan mesin di tengah-tengah laut yang memiliki kedalaman di atas 200 meter. Ini disebabkan oleh tali jangkar yang mereka sediakan paling panjang 100 meter. Tidak mungkin menyediakan tali jangkar lebih panjang apa lagi mencapai di atas 200 meter. Karena mereka tidak pernah berfikiran untuk menurunkan jangkar pada kedalaman di atas 200 meter tadi, karena akan sangat berat dan menguras tenaga untuk menarik kembali jangkar yang di lepas pada kedalaman tersebut. Sehingga ketika terjadi hal-hal yang di luar perkiraan seperti mesin macet pada kedalaman di atas 200 meter, mereka hanya mampu menurunkan jangkar sedalam 100 meter karena keterbatasan tali. Maka perahu atau kapal (ukuran kecil) tadi terbawa arus yang beresiko terbawa ke samudera luas yang memiliki gelombang ombak yang sangat besar atau terdampar membentur karang. Banyak sekali contoh atas kejadian di atas.

Dengan menggunakan alat penarik tali yang berbentuk portable ini para nelayan atau pengguna kapal berukuran kecil hanya butuh menyediakan tali menurut kedalaman laut yang akan mereka lewati, contoh menyediakan tali sepanjang 1000 meter jika akan melewati kedalaman 800 meter. Sehingga jika terjadi gangguan pada mesin di kedalaman tadi mereka dapat menurunkan jangkar sampai ke dasar laut untuk berlabuh sementara mesin diperbaiki agar aman dan tidak terombang-ambing arus yang sangat beresiko menghancurkan kapal/perahu dan menghilangkan nyawa. Dan setelah masalah mesin diatasi alat ini akan dengan mudah menarik kembali jangkar yang berada pada kedalaman 800 meter tadi yang jika tanpa alat ini membutuhkan 4 orang lebih untuk menarik jangkar dari kedalam tersebut. Dengan memakai alat ini jangkar sedalam berapa meterpun dan jaring sepanjang berapa meter pun dapat ditarik oleh satu orang, bahkan oleh ibu-ibu atau anak berumur 12 tahun dan hanya menghabiskan bensin paling banyak 1 liter (jika yang ditarik sangat panjang). Dengan demikian alat ini sangat mengefisienkan biaya upah pekerja dan tenaga sampai 90%.

Alat ini berbentuk portable dan mudah diangkat dan dipindah-pindahkan (dibawa-bawa).

Karena keterbatasan modal penemu rakitan ini (bapak Yusuf Saleh), maka alat ini dirakit sendiri secara manual. Hal ini berakibat pada biaya bahan baku yang relative mahal dan memakan waktu pada pembuatannya. Alat ini diberi merek YUSA singkatan dari nama penemu.

Cara kerja alat ini

Alat ini bekerja dengan menggunakan mesin kompressor atau mesin apa saja sesuai kebutuhan yang berfungsi sebagai power utama. Kemudian mesin tadi digunakan untuk memutar suatu alat yang merupakan komponen pada tangga jalan yang biasa ditemukan di mall-mall (reducer). Alat ini berfungsi seperti katrol. Kemudian dilakukan perhitungan RPM dengan mengukur diameter roda pemutar untuk mengetahui kekuatan daya tariknya. Sehingga dengan ukuran tertentu daya tarik alat ini bisa mencapai kekuatan 2 ton. Dengan demikian mesin akan sangat mudah menarik jangkar dan jaring yang rata-rata beratnya dibawah 1 ton (jaring berukuran sangat besar). Komponen tadi memiliki ukuran yang kecil, sehingga alat ini berbentuk portable dapat dibawa-bawa karena hanya memiliki berat 40kg.

Mesin penggeraknya bisa mesin apa saja sesuai kebutuhan. Namun penemu telah menyesuaikan ukuran mesin dan rasio putaran RPM dari mesin penggerak ke komponen reducer dengan ukuran yang telah diperhitungkan paling efisien untuk kebutuhan rata-rata seluruh nelayan. Dengan demikian putaran alat ini tidak terlalu lambat (berakibat pada terbuangnya waktu) dan tidak terlalu cepat (berakibat pada berkurangnya kekuatan).

Dengan melilitkan sekali putar tali jangkar atau jaring ke roda pemutarnya, kemudian dikencangkan lilitan tadi maka akan terputarkan talinya sehingga menarik beban mampu sampai seberat dua ton beban. Jika dikendurkan lilitan talinya untuk berhenti menarik.

Pemasaran dan biaya perakitan

Sebuah mesin Rp2000.000,- (5,5hp)

Harga komponen reducer Rp500.000,-

Biaya lain-lain (besi penyangga, las, dll) Rp500.000,- total biaya Rp3000.000,-

Beliau (Yusuf Saleh) menjual ke para nelayan seharga Rp5.000.000,- dan itu pun permintaan pesanan nelayan terus berdatangan, mereka masih baru tau dari mulut ke mulut atau salah satu teman mereka telah membeli dan terbukti sangat efisien.

Perlu diketahui juga budaya nelayan di negeri kita ini. Kebanyakan bahkan hampir seluruhnya berjiwa bebas, sehingga jarang sekali ditemukan pekerja menerima gaji. Mereka selalu pakai cara bagi hasil (kecuali nelayan kapal besar yang memakai pekerja bulanan), sehingga mereka bisa menghasilkan sangat banyak uang ketika musim ikan atau mendapat hasil tangkapan yang besar dan banyak. Jadi bukan lah besar bagi mereka uang 5jt dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Bayangkan sebuah alat dapat menggantikan tugas 4 orang pekerja yang harus digaji atau bagi hasil yang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan memakai alat ini.

Kelemahan para nelayan jika memiliki uang mereka tidak pintar membelanjakannya, sehingga uang mereka terbuang sia-sia (membeli hal-hal yang mahal tapi sedikit kebutuhannya sehingga boros) sehingga ketika masa ikan tangkapan sepi mereka kelabakan menjual kembali barang-barang mahal tadi dengan harga rugi karena kebutuhan mendesak. Ini tradisi negatif para nelayan di negara kita. Jika diberi pengarahan dan sosialisasi alat ini kepada mereka dengan peragaan cara penggunaannya sehingga mereka langsung melihat bukti. Alat peragaannya berupa dokumentasi penggunaan alat tersebut berupa gambar anak umur 12 tahun sedang menarik jangkar dan jaring memakai alat tadi. Atau kalau perlu yang memperagakan seorang kakek-kakek yang seharusnya sudah tidak turun mancing lagi alias pensiun. Akan tersentuh gengsi para nelayan tadi maka akan sangat laku alat ini.

Sementara Ini Yusuf Saleh menjual alatnya jika ada yang pesan karena kendala modal.

Pasar alat MPL sangat banyak, bisa dibilang seluruh nelayan dan pemilik kapal berukuran tanggung akan membeli alat ini.

Pasar utama tentunya Jakarta, sebab banyaknya nelayan di wilayah Jakarta Utara merupakan pasar potensial.

Memang modal untuk memproduksinya secara massal tidak sedikit. Tapi peluang yang ditawarkan tidak main-main! Alat ini merupakan kebutuhan seluruh nelayan dan pemilik kapal di seluruh Asia (perlahan akan tersebar keseluruh dunia), suatu pasar yang sangat besar.

Tentunya jika diproduksi massal biaya produksi lebih ringan sehingga keuntungan bertambah. Banyak nelayan yang sudah tua kembali bekerja karena beban berat bisa diatasi dengan alat ini.

Bahkan bisa dibuat versi kecilnya sehingga dapat ditenteng ringan. Tentunya untuk kepentingan menarik yang tidak terlalu berat, yang versi ini bisa dibikin untuk pasar pemilik kapal sedang yang mereka gunakan untuk transportasi karena mereka butuh penarik jangkar yang tidak terlalu berat. Jadi pasar alat ini bukan hanya para nelayan. Kapal transportasi untuk tourist jg sangat membutuhkan alat ini. Karena harga bahan baku lebih murah dari pada yang versi untuk nelayan, maka keuntungan bertambah dengan menyamakan harga jual dengan alat versi untuk nelayannya. Ini disebabkan oleh karena para pemilik kapal untuk transportasi memiliki kemampuan tinggi untuk membeli. Jika mengingat pasarnya yang sangat besar dan prospektif maka berapa pun besar modal yang dibutuhkan akan sebanding bahkan lebih besar hasil yang didapat (semakin besar modal, semakin besar untung).

Untuk dapat memproduksi secara massal dibutuhkan investor yang serius untuk melaksanakan bisnis ini. Dengan bekerja sama dengan Yusuf Saleh sebagai pemilik hak cipta perakitan dan design alat tersebut, kemudian mempekerjakan para teknisi yang bersertifikat dengan menejemen yang professional dan solid. Kesuksesan akan datang dan akan menjadi usaha besar yang diperhitungkan insyaAllah!

Penutup

Kita tinggal di negara yang amat kaya yang tidak kurang penduduknya yang jenius. Kejeniusan penduduk negeri kita harus dipergunakan untuk mengelola kekayaannya. Tapi yang terjadi berbalik, yang mengelola kekayaan negeri ini pengumpul harta yang korup yang tidak memikirkan generasi penerusnya. Kesalahan dalam mengelola kekayaan akan berakibat pada bencana (sumber kekayaan menjadi rusak). Sangatlah penting mensuport sesuatu yang bermanfaat dan dibutuhkan orang banyak menyampingkan sisi profitnya, apalagi ini sangat menguntungkan! Semoga kita dapat mengelola kekayaan sendiri agar tidak mendapatkan azab dan tergolong sebagai orang yang bersyukur! Amin!

Wassalamualaikum

Muaz Tsabit

Referensi :
Yusuf Saleh
Rusydi Yusuf
Tsabit Saleh
http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/544/usaha-perakitan-multy-purpose-line-hauler-penarik-tali, 03 Agustus 2009